Dekat dengan Quran Sejak Kecil, Ratu Berhasil Juarai MTQ Tingkat Provinsi

 CIREBON - Pendidikan merupakan hal yang penting bagi anak. Saat ini, orang tua harus lebih memperhatikan dan lebih cerdas dalam memilih pendidikan yang baik untuk anaknya. Salah satu pendidikan yang penting ditanamkan kepada anak sejak usia dini ialah pendidikan agama, karena memiliki peran penting dalam pembentukan kepribadian dan karakter yang baik bagi anak.

Ratu Lintang Lestari, siswi kelas XI IPA 2 SMAN 6 Cirebon mulai mengenal bidang Tilawatil Qur’an ketika ia masih duduk di bangku SD. Saat itu ia mendapat permintaan dari gurunya untuk mengikuti program mengaji, yang diperuntukkan untuk siswa yang sudah khatam Iqra.


“Awalnya, saya mengenal bidang Tilawatil Qur'an ini ketika saya duduk di bangku kelas 5 SD. Saat itu, saya diminta mengikuti pengajian yang diikuti oleh siswi yang sudah khatam Iqra. Kebetulan saya sudah khatam iqro dan diizinkan masuk ke kelas bersama guru Tilawatil dan Murottal yang baru datang dari Plered,” jelasnya.


Anak kedua dari tiga bersaudara ini pun menjelaskan, proses seleksi suara untuk mengikuti kelas mengaji Tilawatil Qur’an sekaligus menjadi wakil untuk mengaji di acara Maulid Nabi di madrasah, tempat dimana Ratu belajar mengaji.


“Saya awalnya diajarkan murottal/tartil karena baru belajar, juga masih kelas 5 SD. Setelah diseleksi suara oleh ustadz Makhzum (guru tilawatil), alhamdulillah saya dipilih, dari sekian banyak anak-anak yang diseleksi. Hanya sekitar 15 anak yang terpilih untuk lanjut mengaji  Tilawatil Qur’an karena dianggap suaranya lumayan, dan ketika itu ditunjuk lagi yang terbaik untuk mewakili mengaji di acara Maulid Nabi di madrasah. Alhamdulillah ternyata saya yang waktu itu terpilih untuk mewakili ngaji,” ujarnya.


Proses belajar mengaji Ratu juga dilakukan di luar madrasah, hambatan biaya sempat membuat Ratu cemas untuk meneruskan kelas mengajinya hingga sempat terpikir untuk menyudahi kelas mengajinya. Tapi, guru mengaji Ratu memberi keringanan biaya kepada Ratu.

“Dulu, guru saya datang ke masjid untuk mengajar anak-anak di sini seminggu sekali. Karena sempat terkendala dana, saya pernah bilang sama guru ngaji kalau saya tidak akan melanjutkan belajar ngaji di situ. Tapi guru saya terus memperjuangkan saya agar tetap bisa mengaji di situ. Akhirnya, saya terus belajar giat, dan sampai kelas 6 SD saya mengikuti perlombaan Murottal/Tartil tingkat Kecamatan Karang Sembung, Saat itu saya Juara 1 Terbaik Putri Murottal,” jelasnya.


Tak hanya itu, Ratu juga berhasil meraih juara di lomba MTQ lainnya. Berkat bimbingan dari gurunya, Ustadz Makhzum (alm), Ratu pun terus menorehkan prestasi hingga akhirnya ia bisa meraih Juara MTQ di Tingkat Provinsi.

“Saya belajar murottal sejak kelas 5 SD sampai kelas 1 SMP. Baru saat kelas 1-3 SMP, saya belajar tilawatil bersama Ustadz Makhzum. Meski kini beliau sudah wafat, tapi ilmu yang diberikan bisa mengantarkan saya hingga menjadi juara MTQ di tingkat provinsi. Kini, saat SMA pun saya terus belajar tanpa meninggalkan pelajaran sekolah,” pungkasnya.