Hindari "Shock Culture", Pelatihan Pembelajaran Digital Perlu Dilakukan

SUMEDANG, DISDIK JABAR- SMAN 1 Sumedang telah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dari hari pertama sampai berakhirnya UNBK tersebut tidak mengalami kendala sedikitpun. Adapun jumlah siswa yang mengikuti UNBK sebanyak 484 siswa yang meliputi 2 program IPA 352 siswa dan IPS 132 Siswa.

Kepala Sekolah SMAN 1 Sumedang, Drs. Yosep Raharja MM.Pd mengatakan “Untuk kegiatan UNBK di tahun 2018 telah terjadi peningkatan dari tahun 2017. Dengan bertambahnya jumlah PC yang diberikan langsung oleh Dinas Pendidikan Prov. Jawa Barat dan ada juga bantuan dari orang tua siswa lewat lewat anggaran Komite Sekolah yang membuat kita siap menghadapi UNBK tahun 2018.”

“Dari segi pelaksanaan UNBK tingkat SMA di Jawa Barat khususnya di SMAN 1 Sumedang sudah baik namun ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian buat kita semua yaitu dari hasil yang masih belum menampakan kabar yang menggembirakan,” ujar Yosep.


Menurut dia, kendala yang terjadi bukan dari segi teknologinya melainkan dari kebiasaan siswa selama proses belajar yang di dapat tiap tahunnya baik dari ujian harian/semester yang berbasis kertas tiba-tiba di akhir dihadapkan dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer.


Adapun harapannya “Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan rutin menyelenggarakan pelatihan-pelatihan metode pembelajaran digital sehingga siswa sudah terbiasa dengan ujian berbasis komputer.”


Senada dengan Yosep, Nunung selaku Wakil Kepala Sekolah Kurikulum SMA N 1 Sumedang sangat setuju jika siswa diperkenalkan dengan metode pembelajaran digital sejak awal sehingga siswa tidak akan mengalami shock culture menjelang Ujian Nasiaonal Berbasis Komputer.***