Belajar Shuuji Kurang dari Satu Tahun, Bias Menangkan Juara 3 Shuuji Tingkat Kota Bandung.

 BANDUNG – Shuuji atau Shodo merupakan seni mengekspresikan keindahan Kanji dan Kana karakter yang menggunakan kuas dan tinta China di atas kertas. Serupa dengan kaligrafi, seni Shuuji memiliki berbagai aspek penilaian seperti penilaian pada bentuk karakter, sapuan kuas, warna tinta, keindahan keseluruhan dan juga susunan karakter.

Bias Ahsha Swasi, siswi SMK Negeri 2 Bandung mulai mengenal seni Shuuji ketika ia mulai menginjak kelas XI karena ekstrakurikuler Jepang Club yang ia ikuti sejak kelas X. Bahkan kurang dari satu tahun, siswi yang biasa disapa Bias ini, sudah memenangkan beberapa kali perlombaan Shuuji.

“Saya mempelajari seni Shuuji ini belum sampai satu tahun. Kebetulan sejak kelas X saya mengikuti ekstrakurikuler Jepang Club. Ketika menginjak kelas XI anggota Jepang Club mulai mengambil divisi, dan kebetulan saya adalah penikmat seni, akhirnya saya memilih Shuuji untuk divisi saya,” jelasnya.

Bias menuturkan bahwa ia pertama kali mempelajari seni Shuuji dengan bimbingan dari guru yang mengajarkan Shuuji, para alumni, juga para pemenang lomba Shuuji. Tak hanya itu, menurutnya di setiap perlombaan, panitia akan menyiapkan beberapa kata untuk selanjutnya dilukis oleh para peserta lomba. Ia menceritakan pengalaman pertama kalinya dia mengikuti lomba Shuuji pada Oktober 2017 silam yang diadakan oleh Universitas Padjadjaran (Unpad). Pada saat itu ia pun berhasil lolos hingga tahap sepuluh besar dengan urutan ke tujuh.

“Suatu event yang mengadakan lomba akan menyiapkan beberapa kata untuk kemudian dilukis oleh para peserta lomba. Dan pertama kali, saya mengikuti lomba Shuuji yang diadakan oleh UNPAD dengan tajuk FESBUKAN6 pada Oktober 2017 silam,” jelasnya.


Menurutnya, seni Shuuji membutuhkan banyak peralatan untuk medukung proses pembuatannya. Ia menjelaskan, peralatan yang harus dipersiapkan misalkan saja fude atau kuas, suzuri atau tempat tinta, buchin atau pemberat kertas, dan tinta China. Namun ia pun menegaskan bahwa tidak semua peralatan harus dimiliki dan bisa diganti dengan peralatan lain.


“Jujur saja, saya tidak memiliki semua peralatan tersebut. Saya biasa menggantinya dengan alat lain yang ada, ” katanya.

Selain mengikuti lomba di UNPAD, Bias juga sempat memenangkan lomba Shuuji Tingkat Kota Bandung pada November 2017, yang diadakan oleh SMA Negeri 2 Bandung. Pada kompetisi bertajuk Gomu Gomu No Matsuri tersebut, ia berhasil meraih juara tiga.


Orang tua Bias sangat mendukung hobi anaknya tersebut. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan memfasilitasi peralatan yang dibutuhkan, dan terus memberikan dorongan untuk mengikuti lomba-lomba.