Upaya Menghindari Plagiarisme

 BANDUNG – Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengakuan atas karya orang lain oleh seseorang yang menjadikan karya orang lain sebagai karya ciptaannya. Orang yang melakukan plagiarisme disebut plagiaris atau plagiator.

Menurut Random House Dictionary Compact Unabridged, plagiarism didefinisikan sebagai penggunaan atau imitasi dekat dari bahasa dan pemikiran penulis lain, dan representasi mereka sebagai karya asli seseorang.
Plagiarisme memiliki jenis yang bermacam-macam, seperti misalnya plagiarisme secara langsung.  Jenis ini biasa ditemukan apabila seseorang hanya melakukan copy-paste dari pekerjaan orang yang sudah tersedia tanpa mencantumkan sumber. Selanjutnya ada pula plagiarisme sebagian, yang artinya meskipun sudah melakukan paraphrase namun masih terdapat beberapa kalimat yang identik dengan sumber aslinya dan tidak mencantumkan sitasi. Yang ketiga ada plagiarisme ringan karena paraphrase yang telah dilakukan belum mencantumkan sumber asli. Dan yang terakhir ada plagiarisme yang terjadi sebab sumber yang digunakan tidak mencukupi atau sangat minim. Di bawah ini adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari plagiarism :

  • Menyertakan sitasi, Ketika seseorang menggunakan gagasan, informasi, opini yang bukan buah pikirannya sendiri, sitasi adalah sebuah keharusan, penyertaan sitasi di sini memiliki arti, penulis harus memberi keterangan dari mana sumber informasi yang dituliskan. Sitasi dapat berupa body note maupun foot note.  
  • Pengakuan terhadap karya orang lain yang dijadikan bahan pustaka. Pengakuan terhadap karya orang lain, dapat diekspresikan pada cara pengutipan kalimat dan data yang dituangkan dalam isi tulisan.
  • Lakukan interpretasi. Untuk memperkuat gagasan yang disampaikan, terkadang diharuskan adanya bahan pembanding. Dalam hal ini bisa jadi analisisnya terlalu rumit, maupun butuh interpretasi tambahan
  • Lakukan paraphrase. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan susunan kalimat sendiri dari sumber asli dengan tetap mencantumkan sitasi. Paraphrase lebih mudah dilakukan sebab formatnya tidak serumit jika menggunakan cara pengutipan langsung.
  • Catat sumber daftar pustaka sejak awal. Daftar pustaka adalah salah satu kewajiban yang tidak boleh dilupakan ketika menulis karya tulis. Menuliskan daftar pustaka setelah tulisan selesai berpotensi untuk melewatkan satu, dua, atau lebih sumber yang digunakan. 
  • Sanksi yang akan didapatkan oleh para plagiat adalah sanksi hokum yang tercantum di Undang-undang No. 20 tahun 2003 yaitu setiap lulusan Perguruan Tinggi yang karya ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti merupakan jiplakan diantaranya pencabutan gelar yang tertulis pada Pasal 25 ayat 2 dan dipidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak 200 juta rupiah yang tercantum pada pasal

  • Sumber: tessy.id dan lib.ugm.ac.id