Gubernur H. Ahmad Heryawan : “Kegiatan Helaran Kesenian Tradisional Seperti Ini Sangat Perlu, Agar Generasi Muda Semakin Cinta Seni dan Budayanya.”

Kesenian merupakan bentuk kreativitas manusia sebagai perwujudan dari gagasan atau ekspresi yang dituangkan secara estetik. Di samping itu kesenian merupakan gambaran dari rasa dan karsa manusia sebagai hasil dari renungan atau tafsiran terhadap berbagai gejala alam yang terjadi di sekitar kehidupannya. Karena itu, kesenian di suatu tempat akan berbeda dengan kesenian di tempat lain sebagai pengaruh dari lingkungan alam dan lingkungan sosial masyarakat di mana kesenian itu lahir.

Karena kesenian tradisional umumnya sarat nilai dan mencerminkan jati diri sebuah komunitas masyarakat, maka keberadaanya perlu dipelihara dan dikembangkan dengan tetap memperhatikan semangat zaman. Selain itu, dalam era globalisasi seperti sekarang, kesenian tradisional dianggap sebagai benteng terakhir untuk menahan gempuran kebudayaan asing yang terkadang membawa nilai-nilai destruktif. Sayangnya, banyak kenyataan yang menunjukkan bahwa kesenian tradisional akhirnya ditinggalkan karena tidak dianggap mewakili zaman. Padahal yang terjadi adalah seolah-olah “pengingkaran” kita terhadap karakter dan jati diri sendiri.
             

Berkaitan dengan latar belakang inilah, Balai Pengembangan Bahasa
dan Kesenian Daerah (BPBKD) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan sebuah kegiatan pertunjukan kesenian tradisional yang melibatkan siswa di sekolah bertajuk “Helaran Kesenian Tradisional” yang penyelenggaraannya diadakan setiap tahun (Agenda Kegiatan Rutin).
 

Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya ditempatkan sebagai apresiator pasif, tetapi
juga aktif untuk berkreasi dan berpartisipasi dalam rangka merevitalisasi kesenian tradisional yang sarat dengan nilai-nilai, juga mengangkat nilai-nilai kekhasan dari kesenian di daerah masing-masing. 
Kegiatan ini juga didasari oleh pemikiran bahwa revitalisasi kesenian tradisional melalui jalur pendidikan merupakan usaha yang strategis. Pewarisan dan revitalisasi kesenian tradisional dapat dilakukan melalui upaya-upaya pendidikan yang terencana dan sistematis. Upaya ini juga diharapkan melahirkan generasi baru yang dapat melanjutkan usaha pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional.

Kegiatan Helaran Kesenian Tradisional tahun ini telah terlaksana di 3 Kota/Kabupaten dari 5 titik yang direncanakan. Ketiga titik tersebut yaitu di Kabupaten Cirebon, Kota Bandung, dan Kabupaten Subang. Menyusul lokasi berikutnya yaitu di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Bogor.

Helaran Kesenian Tradisional di Kabupaten Cirebon dilaksanakan pada tanggal 27 April 2017 lalu. Bertempat di Kampus SMK Negeri 1 Mundu, kegiatan dibuka oleh Kepala Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan Wilayah V (BP3 Wil.V), Dra. Hj. Dewi Nurhulaela, M.Pd., dan diapresiasi lebih dari 1000 hadirin yang berasal dari unsur Siswa, Guru, dan Kepala Sekolah di Lingkungan BP3 Wilayah V. Nuansa tema pantura sangat terasa dengan alunan musik “Tarling” (Gitar Suling-red) khas Cirebon yang kental dan beberapa tarian bertemakan pesisir dibawakan oleh para siswa SMA/SMK dan SLB.

Sementara itu, Kegiatan Helaran Kesenian Tradisional di Kota Bandung dilaksanakan pada 2 Mei 2017 yang lalu, tepat bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2017 yang berlokasi di Palataran Kantor Gubernur Jawa Barat (Gedung Sate). Kegiatan dibuka langsung oleh Gubernur H. Ahmad Heryawan dan dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Pemprov Jabar dan seluruh peserta upacara yang hadir. Pada kesempatan itu dipergelarkan berbagai Kreasi Seni Tarian Khas Priangan, Tampilan Angklung dari SMA Negeri 20 Bandung, dan ditutup oleh Penampilan Wayang Golek dari SMK Negeri 10 Bandung. Ditemui disela-sela kegiatan sedang berlangsung, Gubernur sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan mengharapkan agar selalu terus berkreasi dan berinovasi. “Kegiatan Helaran Kesenian Tradisional seperti ini sangat perlu, agar generasi muda semakin cinta seni dan budayanya.” Ujarnya.

Kegiatan Helaran Kesenian Tradisional yang ke-3 dilaksanakan di Kabupaten Subang pada tanggal 22 Mei 2017. Bertempat di Kampus SLB Negeri Subang, menampilkan berbagai kreasi seni khas Kabupaten Subang yang dibawakan oleh siswa-siswi dari jenjang Dikdas dan Dikmen di Lingkungan Kabupaten Subang. Selain itu, Kegiatan selanjutnya di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Bogor rencananya akan dilaksanakan oleh BPBKD di Bulan Juli yang akan datang, dan berharap seluruhnya dapat berjalan lancar dan dapat meraih hasil yang maksimal, mengingat  pentingnya pembinaan generasi muda sebagai generasi penerus untuk mengelola dan mengembangkan seni dan budaya daerahnya sebagai warisan leluhur yang harus tetap lestari melalui kegiatan ini.