• Fauzan Abdul Syukur Kesuma
  • 08 May 2018
  • 168 views

SBMPTN 2018, Keterbatasan Tidak Meredupkan Semangat Belajar Langgeng

LANGGENG mengisi biodata sebelum dimulainya ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2018 di kampus ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Selasa 8 Mei 2018. Peserta SBMPTN 2018 di Panitia Lokal 34 Bandung berjumlah 56.069 orang, 12 di antaranya merupakan difabel.  

Langgeng lulusan SMA Daarut Tauhid mengambil jurusan PLB UPI dan FPOK UPI. Pria asal Lampung Selatan tersebut merantau sejak SMA untuk sekolah. Langgeng mendapatkan Bea Siswa dari SMA Daarut Tauhid, karena hafal quran, kini sudah 11 juz yang di hafalnya.  

Langgeng yang hobi berenang tersebut, menyalurkan bakatnya sebagai perenang, kini ia  menjadi atlit renang Porda 2018.
 Walaupun keadaan Langgeng sejak lahir memiliki keterbatasan Tuna Daksa, namun ia tidak pernah padam semangat untuk mencari ilmu.  

“Sejak lahir, kondisi saya seperti ini, tapi saya memiliki tekad dan daya juang yang tinggi untuk mencari Ilmu, yang penting saya sudah berusaha dan berdoa, tidak lupa support dari keluarga,” ujar Langgeng yang memiliki 4 bersaudara.  

Walaupun ibu saya hanya seorang Asisten Rumah Tangga, ibu dan kakaknya berharap Langgeng bisa lebih berpendidikan daripada kakak-kakaknya. “Saya harus mebanggakan orang tua saya dan keluarga saya, mereka berharap saya jadi orang yang berpendidikan,” ujar Langgeng.  

Sang Ayah Langgeng telah meninggalkannya karena sakit, sejak Langgeng duduk di bangku Sekolah Dasar, namun tekad untuk belajar mencari ilmu, tidak pernah padam, tetap membara.***