Sistem PPDB Terus Disempurnakan

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menyempurnakan sistem zonasi yang diterapkan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi, PPDB 2017 dengan sistem zonasi merupakan hal baru dan masih dalam proses pengenalan. Evaluasi terus dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan-kekurangan PPDB sebelumnya.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga sebenarnya jangan dipaksakan  jika daerahnya belum siap. Jadi, di 2018 ini kami ingin mengarah pada tahap penyempurnaan,” ujar Hadadi saat ditemui di ruangannya, Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman No. 06, Bandung, Rabu (27/12/2017).

Selain perbaikan sistem, hal krusial lain yang menjadi fokus pemerintah adalah pemerataan sekolah unggulan di daerah-daerah terpencil. Menurut Hadadi, salah satu permasalahannya saat siswa berlomba-lomba untuk masuk sekolah unggulan terutama di daerah perkotaan.

“Tugas kami adalah menyiapkan sebanyak mungkin sekolah favorit. Kalau bisa semua sekolah adalah favorit. Yang harus dipersiapkan, yaitu sarana prasarana, bangunannya diperbaharui, komputernya dilengkapi, sarana-sarana pendukung lainnya juga disediakan. Hal ini sangat memungkinkan, jika (SMA/SMK/SLB) dikelola provinsi, sehingga wajah sekolah itu diharapkan sesuai standar minimal. Inilah yang sedang kita benahi dan ini perlu waktu dan biaya,” jelas Hadadi.

Persoalan lain terkait PPDB, saat ini pihaknya memberi perhatian khusus pada mencegahan  beberapa pihak yang memiliki kepentingan pribadi, seperti memaksakan siswa masuk sekolah tertentu melalui jalur ‘belakang’.

“Termasuk mafia-mafia, atau titip menitip, ini yang akan kita eliminir. Sehingga dunia pendidikan ini relatif akan lebih bersih dan tidak terkontaminasi oleh kepentingan-kepentingan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan,” tandasnya.