Gubernur Jawa Barat Lantik 30 Kepala Sekolah

BANDUNG, DISDIK JABAR- Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan melantik dan memberikan sumpah jabatan kepada Guru yang Diberi Tugas sebagai Kepala SLB Negeri, SMA Negeri, dan SMK Negeri di Jawa Barat. Pelantikan dilaksanakan di Aula ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman No. 6, Kota Bandung, Selasa, 12 Juni 2018.

Heryawan jelaskan, pelantikan kepala sekolah tersebut mengisi kekosongan 30 jabatan kepala sekolah di Jawa Barat. Kepala sekolah tersebut merupakan kepala sekolah yang sudah melalui berbagai proses seleksi dan teruji kualitasnya. Tujuannya untuk meningkatkan managemen, mutu dan kemampuan sekolah dalam merelevansi kegiatan sekolah dengan dunia kerja. Serta untuk mendorong pembelajaran wirausaha termasuk memperbaiki citra publik tentang pendidikan. 

“Ada pergeseran-pergeseran supaya yang baru ditempatkan ke grade tiga, yang grade tiga dimasukan ke grade dua, yang grade dua dimasukan ke grade satu. Itukan sistem ya yang dibuat. Prosesnya usulan dari cabang dinas, ini adalah para wakil kepala sekolah yang sudah memiliki NUKS (Nomor Unik Kepala Sekolah) jadi kepala sekolah ini ada proses pelatihan kepala sekolah dan mendapatkan NUKS. Rata-rata merupakan wakil kepala sekolah,” ujar Heryawan.

Sebanyak 30 kepala sekolah yang terpilih merupakan kepala sekolah dari 90 orang kepala sekolah yang telah mengikuti seleksi sebelumnya. Mereka telah melalui dua kali proses seleksi. Seleksi pertama terpilih dari 900 orang menjadi 90 orang dan dari 90 orang menjadi 30 orang.

“Beriktunya untuk pengangkatan tidak perlu mencari yang lain lagi, dari 90 itu, 30 orang sudah yang terbaik dan keputusan pimpinan. Hanya saja kesempatan terbatas, jadi dari tiga itu yang diambil hanya satu. Ditambah dengan teman-teman yang sudah punya NUKS di kabupaten tapi belum diangkat. Itu pun dites lagi, 90 orang kemarin dites, sisa 60 orang, nah 60 orang tersebut dites lagi,” jelas Heryawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan, tidak semua yang memiliki NUKS pada seleksi kemarin masuk kedalam tiga besar. Maka, pemerintah memberi kesempatan dengan cara mengundang calon kepala sekolah mengikuti seleksi. Terdapat 100 orang yang mendaftar untuk diproses seleksi. 
“Jadi sekarang yang kosong ada 36 kemudian kami mencari kawan-kawan yang sebelumnya sudah mendaftar. Seleksinya terbagi menjadi dua, yaitu seleksi Bahasa Inggris dan seleksi wawancara,” ujar Hadadi.***