Cara Menyikapi Berita Hoax

BANDUNG – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Hoax adalah berita bohong yang dibuat dengan tujuan yang jahat. Hoax atau fake news bukanlah suatu hal yang baru dan sudah banyak beredar sebelum zaman internet. Seiring dengan maraknya penggunaan media sosial, hoax pun semakin berkembang. Sifat media sosial yang mudah untuk dibagikan berperan besar dalam penyebaran berita hoax.

Ada beberapa jenis hoax  yang beredar saat ini, seperti hoax Proper yang artinya berita yang dibuat secara sengaja, dan memiliki maksud untuk menipu orang dengan beritanya.  Selanjutnya ada bentuk hoax dengan judul yang provokatif , berita benar dalam konteks menyesatkan, maksud dari jenis hoax ini adalah berita benar yang sudah lama diterbitkan, namun diterbitkan kembali sehingga terkesan kejadian itu baru saja terjadi.
Perlu kebijaksanaan penggua media sosial untuk dapat menyikapi berita hoax supaya tidak secara cepat menyebar kepada masyarakat. Ada beberapa langkah yang dapat membantu masyarakat untuk mengidentifikasi berita hoax.

Hati-hati dengan judul yang provokatif, langkah pertama yang dapat diambil yaitu mencari referensi berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isi beritanya. Dengan demikian, setidaknya pembaca dapat memperoleh kesimpulan yang berimbang.

Cek kembali gambar yang didapat, langkah yang harus dilakukan adalah cek gambar tersebut di Google Image. Fitur pencarian gambar serupa yang dimiliki Google Image bisa membuat pembaca tahu gambar yang serupa sebenarnya memuat tentang kejadian apa.


Cermati alamat situs. Cermatilah alamat URL situs apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi resmi, maka informasi yang disebarkan bisa disebut informasi yang meragukan pembaca.

Teliti dalam membaca informasi. Hal yang sangat amat mungkin terpikir oleh pembaca dalam menentukan berita sungguhan atau hoax adalah dengan mengecek validitas sebuah informasi dengan teliti membaca informasi yang disebar tersebut.

Periksa fakta/ Langkah yang harus diambil adalah dengan memperhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh. Pembaca pun perlu mengamati perbedaan berita yang dibuat berdasarkan fakta atau opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan bukti, berbeda dengan opini yang hanya berupa pendapat dan kesan dari penulis sehingga akan lebih memiliki sifat subjektif.

Jangan share artikel, foto, ataupun pesan berantai tanpa membaca sepenuhnya dan yakin akan kebenarannya. Karena membagikan artikel, foto, ataupun pesan berantai akan mempercepat berkembangnya berita hoax.


Kini, pemerintah dan Dewan Pers, juga polisi memantau media-media online pembuat dan penyebar berita hoax. Hoax yang menjadi perhatian serius polisi adalah hoax yang sifatnya berbau politik, seperti memojokan pemerintah, atau mengancam stabilitas negara, serta merusak citra pemerintah.  

Sumber: kominfo dan kompasiana