201 Siswa SMLB di Jawa Barat Ikuti UNKP

BANDUNG, DISDIK JABAR - Sebanyak 201 siswa dari 52 Sekolah Menengah Luar Biasa (SMLB) di Jawa Barat mengikuti Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Seluruh peserta mengikuti ujian berbasiskan pensil dan kertas. Jumlah tersebut dari tahun ke tahun tidak banyak mengalami perubahan.

"Sebagian untuk siswa SMLB mengikuti proses pembelajaran di sekolah inklusi," kata Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pelayanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dadang Rahman, seusai meninjau pelaksanaan Ujian Nasional di Sekolah Luar Biasa (SLB)-B Cicendo Jalan Cicendo, Kota Bandung, Selasa 10 April 2018.

Dadang menyebutkan ujian nasional di SLB itu cukup menarik karena hal berikut ini. 

1. Jumlah peserta 

Setiap tahun jumlah peserta tidak banyak. Contohnya di SLB Wiyataguna ada 13 peserta ujian tuna netra dan 5 peserta di SLB-B Cicendo. "Ini menunjukkan dampak bahwa ketika sudah siap di SD dan SMP Luar Biasa, beberapa memilih sekolah inklusi. Tapi ada juga yang tetap fokus dilayani di SLB," ujar Dadang.

2. Tuna Grahita

Untuk peserta dari tuna grahita tidak mengikuti ujian nasional. Mereka mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN). Untuk itu, soal diserahkan sepenuhnya pada sekolah. Beberapa kota yang cukup banyak siswa dari SLB adalah Bandung, Kuningan, Sukabumi, dan Garut.

3. Ujian dimodifikasi

Untuk peserta tuna daksa, soal ujian nasional tidak dibedakan dari peserta SMA dan SMK. Namun, untuk tuna rungu dan netra, dimodifikasi. "Untuk tuna netra untuk visualnya dimodifikasi dan cara mengerjakannya dengan huruf braile. Juga untuk tuna rungu, disesuaikan audionya," ucap Dadang.***