"Tiga Resep" Menuju Inovasi Pendidikan yang Lebih Baik
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim.
"Tiga Resep" Menuju Inovasi Pendidikan yang Lebih Baik
Oleh Riska Y. Imilda
12 November 2019, 08:05 WIB    4243 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Nadiem Makarim menyatakan, ada "3 Resep" menuju inovasi pendidikan yang lebih baik dalam instansi Kemendikbud. Ketiga poin tersebut adalah fleksibilitas dengan orientasi kebebasan, resources pelatihan, dan tujuan para pegawai yang terarah.

Menurut Nadiem, apabila 3 resep organisasi itu sudah dijalankan maka instansi pendidikan Indonesia akan lebih baik. Inovasi akan lahir jika setiap orang diberi kebebasan berpendapat dan mengeluarkan pemikirannya. "Nah, untuk  mendukung inovasi, kita memerlukan pelatihan, mentoring, dan pengembangan ilmu serta dukungan finansial dari instansi," ujarnya, seperti dilansir Harian Kompas, Kamis (7/11/2019).

Namun, tambah Nadiem, hal tersebut sulit dilakukan karena pada kenyataannya banyak sekat yang membatasi inovasi terjadi. Sebenarnya, inovasi dan kompleksitas itu linear. Semakin kompleks sebuah instansi maka akan  banyak inovasi yang keluar. "Pendidikan merupakan instansi yang memiliki banyak kebutuhan kompleksitas maka inovasilah yang dibutuhkan," ucapnya.

Nadiem mengungkapkan, selain ada ketidakcocokan dalam konten pendidikan dengan kebutuhan industri yang harus diselesaikan melalui link and match (keterkaitan dan kesepadanan), juga ada masalah pada pemenuhan kompetensi dunia riil. Dunia memerlukan manusia yang mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan memiliki kreativitas. "Akan tetapi, pola pendidikan kita belum banyak berubah selama 20 tahun terakhir. Transformasi ini adalah proses evolusi yang perlu dipercepat," ungkapnya.

Terpilihnya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk masa jabatan 2020-2025, membuat masyarakat hingga kalangan akademisi menaruh harapan demi kemajuan pendidikan Indonesia di masa yang akan datang.

Usia muda dan latar belakang bukanlah penghalang bagi seseorang untuk berinovasi dalam dunia pendidikan. Seperti diungkapkan Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Reni Kusnaeni. Menurutnya, usia muda menjadi kelebihan Mendikbud baru agar dapat menciptakan inovasi bagi pendidikan di Indonesia.

"Tidak masalah berapa umur atau latar belakang orang tersebut. Yang penting, ia bisa membawa pendidikan Indonesia menjadi lebih baik," ujarnya.

Reni mengatakan, inovasi dan menata sistem pendidikan Indonesia agar lebih rapi tentu membutuhkan tangan-tangan kreatif anak muda. Peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul tidak bisa dilepaskan dari sistem pendidikan yang bagus. Oleh karenanya, diperlukan terobosan di bidang pendidikan.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar