Jabar Raih 5 Penghargaan dalam LKSN ABK 2018
LKSN ABK 2018
Jabar Raih 5 Penghargaan dalam LKSN ABK 2018
Oleh Vanni Hadiani, Sumber berita dari Dinas Pendidikan Jawa Barat
10 Oktober 2018, 08:50 WIB    159 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR – Para peserta Lomba Keterampilan Siswa Nasional Anak Berkebutuhan Khusu (LKSN ABK) Tahun 2018 perwakilan kontingen Jawa Barat, berhasil mendapatkan dua medali perunggu, serta juara harapan satu sampai tiga. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dadang Rahman, yang ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Selasa, 9 Oktober 2018.

Dadang mengatakan mulai dari seleksi tingkat provinsi terpilihlah sembilan siswa, perwakilan Jawa Barat ke tingkat nasional. Dari sembilan peserta tersebut, mereka mendapatkan enam penghargaan, diantaranya sebagai berikut:

1.     Royhan Bicky dari SLB B-C YPLAB Banjaran, Kabupaten Bandung – mendapatkan medali perak pada mata lomba tata boga

2.     Sifa Rubi Adawiyah dari SLB Tut Wuri Handayani, Kota Bandung – mendapatkan medali perak pada mata lomba menjahit

3.     Ai Acun dari SLB dari Muhammadiyah Bayongbong, Kabupaten Garut - mendapatkan juara harapan I  pada mata lomba hantaran

4.     M. Ghazi Pratama dari SLB Bina Bhakti Mandiri Cisitu Sumedang, Kabupaten Sumedang - mendapatkan juara harapan II  pada mata lomba merangkai bunga kombinasi buah

5.     Maulana Hermawan dari SLB Yayasan Bahagia, Kota Tasikmalaya - mendapatkan juara harapan III  pada mata lomba membatik

“Walaupun belum bisa menyumbangkan emas, tetapi itu sudah merupakan usaha yang maksimal, mudah-mudahan dari hasil pengalaman lomba tahun ini dapat meningkat di tahun berikutnya,” ujar Dadang.

Dadang menjelaskan banyak tantangan yang telah dihadapi ABK dalam proses perlombaan. Pada sisi kepesertaan, anak-anak yang telah melewati tahap seleksi tetap harus dibimbing oleh guru atau pembinanya. Ketika mengikuti perlomba yang berpindah-pindah tempat, mereka perlu melakukan penguatan pada anak-anak. Sehingga, pembinaan selama ini belum tentu maksimal.

Dari permasalahan tersebut, Dadang menjelaskan perlunya membuat jejaring dengan dinas-dinas terkait seperti Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Koperasi, dan yang lainnya. Hal tersebut dirasa penting karena akan menjadi penguat untuk produk yang dihasilkan oleh siswa.

“Bagi mereka hal tersebut akan menjadi motivasi dan semangat, ketika keterampilan mereka dapat eksis dan dapat menjadikan kesejahteraan dikemudian hari. Hal ini tentunya sedang kita rintis,” ujar Dadang.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar