Perencanaan Penyusunan Regulasi Pergub Inklusif
Perencanaan Penyusunan Regulasi Pergub Inklusif
Oleh Siti Maryam Delina F, Sumber berita dari Dinas Pendidikan Jawa Barat
07 November 2018, 14:37 WIB    589 views       Headline

LEMBANG, DISDIK JABAR- Perhatian pemerintah terhadap pendidikan siswa-siswi disabilitas terus ditingkatkan. Pendidikan merupakan hal yang wajib, termasuk untuk siswa berkebutuhan khusus. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi saat memberikan arahan dalam Rapat Kordinasi Perencanaan Penyusunan Regulasi Pergub Inklusif yang dilaksanakan di Hotel Narima, Jalan Nyampai No.48, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa, 6 November 2018.

Pemerintah terus melakukan upaya agar siswa berkebutuhan khusus terjamin dalam akses pendidikannya. Salah satu upaya pemerintah adalah dengan mempersiapkan sekolah umum untuk siswa berkebutuhan khusus.

Hadadi menjelaskan, mmepersiapkan sekolah umum untuk menerima siswa berkebutuhan khusus merupakan salah satu solusinya. Menurutnya, jika masyarakat hanya mengandalkan SLB, jumlahnya terbatas dibandingkan dengan jumlah siswanya. Maka dari itu, direncanakan penyusunan regulasi peraturan gubernur (pergub) inklusif.

“Kalau hanya mengandalakan sekolah luar biasa, jumlahnya terbatas dan biayanya pun mahal. Namun, apabila sekolah umum atau biasa menyiapkan diri untuk menerima putra putri kita yang memiliki kebutuhan khusus, maka akan selesai urusan ini. Sekarang kita harus menyiapkan aturan tersebut dan kita komunikasikan,” ujar Hadadi.

Hadadi mengatakan dalam menyusun pergub ini, hal yang harus diperhatikan adalah aturan-aturan di atasnya. Selain memperhatikan regulasi di atasnya, hadadi menghimbau untuk memperhatikan kajian akademiknya.

“Saya rasa untuk regulasi di atasnya sudah cukup. Jadi sekarang bagaiman akita agar aturan ini menjadi aturan gubernur,” ujar Hadadi.

Hasil yang diharapkan pada rakor ini adalah agar tersusunnya draf regulasi peraturan pemerintah tentang inklusif. Rakor yang dilaksankan pada 6 hingga 9 November 2018 ini diikuti oleh peserta dari kepala sekolah, guru SMA, SMK, SMP, SD sebanyak 35 orang. Sedangkan narasumber berasal dari Penilaian Kinerja Kepada Sekolah (PKKS) Inklusi Jawa Barat dan pengawas.***


 Komentar (Ada 1 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


Linda Farida
Assalamualaikum... Alhamdulillah ada kegiatan seperti ini, Alhamdulillah bisa menjawab apa yang menjadi ganjalan saya tentang siswa ABK tidak mengikuti bahkan dengan mudah masuk k SLTA
BALAS
08 November 2018, Pukul 08:34 WIB