Disdik Jabar mengajak pengusaha muda kreatif untuk berkolaborasi dengan siswa SMA dan SMK.

BANDUNG - Dinas Pendidikan Jawa Barat membuka pintu lebar-lebar bagi para pengusaha muda kreatif untuk berkolaborasi dengan siswa SMA dan SMK. Kolaborasi ini akan menumbuhkan semangat siswa untuk mulai berwirausaha.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum Disdik Jabar Ir. Yesa Sarwedi M. Pd mengatakan pihaknya telah banyak menjamin kerja sama dengan beberapa lembaga seperti Telkom University dan Bank Jabar untuk pembelajaran kewirausahaan. Pembelajaran itu tidak hanya untuk siswa, tetapi juga untuk guru-gurunya.

"Jabar memiliki potensi besar dalam pembangunan. Seharusnya dengan jumlah siswa dan guru yang banyak ini mampu berkiprah lebih lagi di bidang kewirausahaan," katanya seusai pembukaan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2017 tingkat SMA di Harris Hotel & Conventions Jalan Ciumbuleuit, Selasa (12/9/2017).

Menurut Yesa, Pemerintah telah memberikan wadah bagi minat dan bakat siswa dalam sejumlah kompetisi. Salah satunya di bidang inovasi dan kewirausahaan adalah FIKSI. Akan tetapi dalam FIKSI 2017 ini Jabar hanya mengirimkan 4 tim.

Diakui Yesa, terbatasnya sosialisasi dan proses pendaftaran yang panjang membuat peminat dari Jabar sedikit. Padahal total peserta sebanyak 130 siswa yang berasal dari 32 provinsi. Para peserta akan mempresentasikan 75 rencana bisnis yang akan dipamerkan dalam Expo di Braga Citywalk, Rabu (13/9/2017).

Tahun depan, Yesa menargetkan akan ada lebih banyak lagi tim yang berpartisipasi. Tentunya, tim-tim tersebut harus dipersiapkan sejak dini. Ditambah lagi, kesempatan berkompetisi terbuka lebar di berbagai bidang seperti kerajinan, desain grafis, permainan dan aplikasi, serta bidang lainnya.

Hadir membuka kegiatan tersebut, Direktur Pembinaan SMA Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Purwadi Sutanto. Menurut dia, penggalian minat dan bakat SMA sudah harus dimulai. Penekanannya melalui pendidikan karakter. Sudah ada berbagai wadah untuk memfasilitasi bakat dan minat siswa di bidang olah pikir, olah raga, dan olah rasa seperti OSN, O2SN, dan sebagainya.

Purwadi juga mendorong sekolah turut memfasilitasi dengan mendeteksi bakat anak lebih cepat. Salah satunya dengan berkolaborasi dengan wirausaha muda sehingga anak lebih termotivasi. (*)